Rela Movies

Just another WordPress site

Dari Dilan-Milea sampai Fattqeel! 6 Couple Fiksi Indonesia yang Jadi Ikon dan Tak Terlupakan

Kalau ngomongin couple fiksi Indonesia yang pernah bikin penonton baper, pilihannya ternyata banyak banget.

Ada pasangan yang lahir dari film layar lebar seperti Dilan dan Milea serta Rangga dan Cinta. Ada juga pasangan sinetron yang dulu sukses membuat satu generasi rela menunggu episode terbaru, seperti Digo dan Sisi.

Bahkan sampai sekarang, generasi baru kembali punya couple yang ramai dibicarakan lewat Asmara Gen Z, seperti Fattah dan Aqeela alias Fattqeel.

Menariknya, beberapa pasangan ini bukan cuma populer ketika tayang. Bertahun-tahun setelah ceritanya selesai pun, nama mereka masih sering muncul di media sosial dan langsung membawa penonton kembali ke masa lalu.

1. Dilan dan Milea — Iqbaal Ramadhan & Vanesha Prescilla

Dilan dan Milea bisa dibilang sebagai salah satu couple film Indonesia paling ikonik di era modern.

Pasangan ini diperankan oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha Prescilla sebagai Milea dalam Dilan 1990.

Dilan yang nyentrik, percaya diri, dan punya cara flirting yang tidak biasa langsung menjadi karakter yang mudah dikenali. Sementara Milea menjadi sosok yang mampu membuat kehidupan Dilan berubah.

Chemistry Iqbaal dan Vanesha membuat hubungan Dilan-Milea terasa begitu kuat. Berbagai dialog mereka bahkan sempat menjadi bagian dari percakapan sehari-hari anak muda.

Tidak heran jika Dilan-Milea akhirnya berkembang menjadi salah satu pasangan yang identik dengan romance remaja Indonesia.

2. Rangga dan Cinta — Nicholas Saputra & Dian Sastrowardoyo

Jauh sebelum era Dilan-Milea, Indonesia sudah memiliki pasangan romance legendaris melalui Rangga dan Cinta.

Keduanya merupakan karakter utama dalam film Ada Apa dengan Cinta? yang diperankan oleh Nicholas Saputra sebagai Rangga dan Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta.

Rangga dikenal sebagai cowok pendiam, misterius, dan puitis. Sementara Cinta merupakan gadis populer dengan karakter kuat.

Kisah cinta mereka menjadi salah satu romance paling melekat dalam sejarah perfilman Indonesia.

Bahkan setelah bertahun-tahun, nama Rangga dan Cinta masih otomatis mengingatkan penonton pada puisi, buku, persahabatan, dan tentu saja adegan legendaris mereka di bandara.

3. Digo dan Sisi — Aliando Syarief & Prilly Latuconsina

NAH, INI DIAAAA 😭🔥

Kalau generasi sekarang punya couple dari Asmara Gen Z, generasi penonton Ganteng-Ganteng Serigala punya Digo dan Sisi.

Digo diperankan oleh Aliando Syarief, sedangkan Sisi diperankan oleh Prilly Latuconsina.

Pasangan ini menjadi salah satu daya tarik besar Ganteng-Ganteng Serigala. Digo yang merupakan vampir dari keluarga Agra jatuh cinta kepada Sisi yang merupakan manusia biasa.

Konsep vampir jatuh cinta pada manusia saja sudah cukup bikin penasaran. Namun chemistry Aliando dan Prilly membuat Digo-Sisi semakin populer.

Kisah mereka bahkan sampai membuat penonton ikut terbawa emosi ketika hubungan keduanya menghadapi berbagai konflik. Media pada masa itu juga ramai membahas popularitas pasangan Digo-Sisi dan chemistry Aliando-Prilly.

Buat generasi yang tumbuh bersama GGS, menyebut nama Digo dan Sisi saja sudah cukup untuk membangkitkan nostalgia.

4. Nathan dan Salma — Jefri Nichol & Amanda Rawles

Masuk ke era film romance remaja berikutnya, ada Nathan dan Salma dari Dear Nathan.

Nathan diperankan oleh Jefri Nichol, sementara Salma diperankan oleh Amanda Rawles.

Nathan memiliki karakter keras kepala dan penuh masalah, sedangkan Salma lebih kalem tetapi memiliki prinsip yang kuat.

Hubungan keduanya berkembang di tengah berbagai konflik khas kisah cinta remaja.

Popularitas Nathan dan Salma bahkan membuat cerita mereka berlanjut ke Dear Nathan: Hello Salma dan Dear Nathan: Thank You Salma.

Jefri Nichol dan Amanda Rawles pun menjadi salah satu pasangan aktor yang identik dengan genre romance remaja pada masanya.

5. Fattah dan Aqeela alias Fattqeel — Fattah Syach & Aqeela Aza Calista

Nah, kalau mau membawa artikel ini ke generasi sekarang, Fattqeel wajib masuk! 😭🔥

Fattqeel merupakan sebutan untuk pasangan Fattah dan Aqeela dalam sinetron Asmara Gen Z.

Karakter Fattah diperankan oleh Fattah Syach, sedangkan Aqeela diperankan oleh Aqeela Aza Calista. Keduanya menjadi salah satu pasangan yang menarik perhatian penonton sinetron tersebut.

Fattah dan Aqeela awalnya memiliki hubungan spesial sebelum kisah mereka berkembang dan menghadapi berbagai konflik. Chemistry keduanya bahkan membuat penggemar memberikan julukan Fattqeel untuk pasangan tersebut.

Inilah yang menarik dari Asmara Gen Z: tradisi couple sinetron yang dulu populer di era GGS kembali terasa di generasi baru.

Bedanya, sekarang para penggemar bisa langsung menunjukkan dukungan mereka melalui TikTok, Instagram, X, hingga berbagai platform media sosial.

6. Gavin dan Cantika — Couple dari Asmara Gen Z yang Ikut Bikin Heboh

Masih dari Asmara Gen Z, ada Gavin dan Cantika yang juga menjadi bagian dari dinamika percintaan para karakter muda di sinetron tersebut.

Karakter Cantika diperankan oleh Cantika Putri Kirana, yang menjadi salah satu pemeran dalam Asmara Gen Z.

Keberadaan berbagai pasangan dalam Asmara Gen Z menunjukkan bahwa budaya “nge-ship pasangan fiksi” masih sangat hidup.

Kalau dulu penonton harus menunggu episode berikutnya di televisi untuk melihat kelanjutan hubungan karakter favorit mereka, sekarang satu adegan saja bisa langsung menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Dari Dilan sampai Fattqeel, Kenapa Couple Fiksi Bisa Jadi Ikonik?

Ada satu hal yang membuat pasangan-pasangan ini berbeda dari karakter biasa: penonton ikut merasa menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Dilan-Milea mengingatkan generasi muda pada romance remaja era 2010-an.

Rangga-Cinta membawa nostalgia film Indonesia awal 2000-an.

Digo-Sisi menjadi simbol kejayaan sinetron remaja dan fantasy romance.

Nathan-Salma mewakili era film adaptasi novel remaja.

Sementara Fattah-Aqeela atau Fattqeel menjadi salah satu contoh bagaimana couple sinetron masih bisa menciptakan fandom di era media sosial.

Dan tentu saja, faktor aktor juga tidak bisa dilepaskan.

Iqbaal Ramadhan-Vanesha Prescilla, Nicholas Saputra-Dian Sastrowardoyo, Aliando Syarief-Prilly Latuconsina, Jefri Nichol-Amanda Rawles, hingga Fattah Syach-Aqeela Aza Calista berhasil membuat karakter yang mereka mainkan terasa lebih hidup.

Beda Era, Sama-Sama Bikin Baper

Pada akhirnya, setiap generasi memang punya pasangan fiksinya sendiri.

Generasi Ada Apa dengan Cinta? punya Rangga dan Cinta.

Generasi Ganteng-Ganteng Serigala punya Digo dan Sisi.

Penggemar film romance remaja punya Dilan-Milea dan Nathan-Salma.

Sementara generasi Asmara Gen Z sekarang punya Fattqeel dan berbagai pasangan lainnya.

Cerita mereka mungkin berbeda, aktornya berbeda, bahkan platform menontonnya pun sudah berubah.

Tetapi satu hal tetap sama:

ketika chemistry dua karakter berhasil membuat penonton ikut berharap mereka bersama, pasangan fiksi itu bisa hidup jauh lebih lama daripada cerita yang mereka bintangi.

Dan mungkin itulah alasan kenapa sampai sekarang kita masih bisa spontan bilang:

“Dilan-Milea!”
“Rangga-Cinta!”
“Digo-Sisi!”
“Nathan-Salma!”
“Fattqeel!”

Sekali dengar namanya, langsung nostalgia. 😭❤️

Category:

Leave a Comment