“Sinopsis Cyberbullying (2025): Ketika Viral Menghancurkan Hidup Remaja”
- By admin
- 0 comments

🎬 Sinopsis / Cerita
- Tokoh utama adalah Neira, siswi kelas dua SMP yang sejak awal dikenal sebagai murid panutan.
- Hidupnya berubah drastis setelah sebuah video pertengkaran dengan teman sekolah menjadi viral, dan video itu menuduh Neira melakukan sesuatu yang “tidak pantas”.
- Karena tekanan publik dan hujatan di media sosial, Neira mengalami gangguan psikologis: dia menutup diri dan kehilangan semangat hidup
- Keluarganya memutuskan untuk memindahkan Neira ke rumah kakeknya di pinggiran kota agar ia bisa menemukan ketenangan.
- Di lingkungan baru, Neira perlahan-lahan bertemu teman-teman baru dan ikut dalam kegiatan seperti membangun taman baca dan Klub Spelling Bee bagi anak-anak kurang mampu. Proses ini membantunya pulih, membangun kembali rasa percaya diri.
- Saat dia mulai merasa lebih baik dan kembali ke sekolah lamanya untuk ikut lomba, video lama yang viral kembali “menguji” mentalnya.
✅ Keunggulan / Kenapa Menarik

- Isu yang sangat relevan di era digital
Cyberbullying bukan cuma masalah teori — ini hal nyata yang banyak dialami remaja sekarang. Film ini menyentuh sisi yang mungkin sering diabaikan: bukan hanya munculnya konten viral, tapi dampak psikologisnya. - Penekanan pada karakter & pemulihan (healing)
Film ini bukan cuma menunjukkan sisi kelamnya, juga bagaimana korban bisa pulih: melalui dukungan keluarga, teman, dan kegiatan positif. Ada pesan kuat bahwa pemulihan itu mungkin. - Pendidikan karakter & nilai-nilai sosial
Tidak hanya sebagai hiburan, film ini dimaksudkan sebagai media edukasi: untuk anak-anak remaja, keluarga, guru. Ada nilai-nilai seperti keberanian, gotong-royong, kejujuran, tanggung jawab, empati. - Menjangkau banyak pihak / dampak sosial
Film ini mendapat perhatian dari pemerintah (Kementerian Komunikasi & Digital, Kementerian PPPA, KPAI, dan lain-lain), karena dianggap penting untuk membangun kesadaran publik akan bahaya perundungan siber. - Penggunaan latar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja
Karakter remaja di sekolah, viral di media sosial, pindah ke lingkungan baru — semuanya terasa nyata dan bisa membuat penonton remaja maupun orang tua merasa “terkait” (relatable).