🌌 Pencarian Terakhir (2025) — Antara Cinta, Kehilangan, dan Misteri Gunung Sarangan
- By admin
- 0 comments

Film Pencarian Terakhir (2025) hadir sebagai salah satu film horor Indonesia yang tidak hanya mengandalkan ketegangan dan teror, tetapi juga mengusung kisah emosional tentang keluarga, kehilangan, dan keberanian menghadapi masa lalu. Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini membawa penonton menyusuri misteri Gunung Sarangan — tempat di mana cinta seorang anak diuji oleh rahasia kelam yang terkubur selama bertahun-tahun.
Sinopsis: Pencarian yang Berujung pada Kebenaran
Cerita berpusat pada Drupadi (Adzana Ashel), gadis berusia 17 tahun yang sejak kecil kehilangan ibunya, Sita, secara misterius di Gunung Sarangan. Sejak kejadian itu, ayahnya Tito (Donny Alamsyah) berubah menjadi sosok dingin dan tertutup, membuat hubungan mereka renggang dan penuh jarak.
Namun saat Drupadi beranjak dewasa, rasa rindu dan penasaran terhadap sang ibu tak lagi bisa ia pendam. Bersama kekasihnya, Raka, dan beberapa teman, Drupadi memutuskan untuk mendaki Gunung Sarangan — gunung yang dipercaya masyarakat menyimpan banyak kisah mistis dan roh penunggu.
Pendakian itu ternyata bukan sekadar perjalanan fisik. Di tengah kabut tebal, suara-suara aneh, dan jejak masa lalu yang perlahan terkuak, Drupadi menemukan bahwa pencariannya tidak hanya tentang sang ibu, tetapi juga tentang dirinya sendiri — dan rahasia besar yang selama ini disembunyikan ayahnya.
Horor dengan Sentuhan Emosi dan Budaya Lokal

Berbeda dengan film horor kebanyakan, Pencarian Terakhir tidak sekadar menakut-nakuti penonton dengan hantu dan kejutan visual. Film ini memadukan elemen horor supranatural dengan drama keluarga yang menyentuh hati.
Gunung Sarangan digambarkan bukan hanya sebagai lokasi seram, tetapi sebagai simbol — tempat antara dunia nyata dan gaib, sekaligus cermin dari luka batin para tokohnya. Unsur mitos dan budaya lokal yang kuat membuat cerita terasa lebih dekat dan relevan bagi penonton Indonesia.
Akting dan Sinematografi yang Menghidupkan Ketegangan
Penampilan Adzana Ashel sebagai Drupadi menjadi sorotan utama. Ia berhasil memerankan sosok remaja yang rapuh namun berani, di tengah trauma dan rasa kehilangan. Donny Alamsyah pun tampil kuat sebagai ayah yang terjebak antara rasa bersalah dan ketakutan kehilangan anaknya lagi.
Secara visual, film ini menyuguhkan sinematografi yang menawan. Bentangan kabut gunung, pencahayaan malam yang kelam, dan efek suara yang mencekam berpadu menciptakan atmosfer horor yang mendalam dan menegangkan. Musik latar yang haunting juga memperkuat suasana spiritual dan emosional di setiap adegan penting.
Pesan di Balik Teror
Di balik semua adegan menegangkan dan misteri yang melingkupi, Pencarian Terakhir sebenarnya berbicara tentang hubungan keluarga — bagaimana kehilangan dan trauma bisa memisahkan orang-orang yang saling mencintai, dan bagaimana keberanian untuk menghadapi masa lalu bisa menjadi langkah pertama menuju penyembuhan.
Film ini mengingatkan penonton bahwa tidak semua pencarian harus berakhir dengan jawaban yang diinginkan — kadang, penerimaan adalah bentuk penyelesaian paling tulus.
Kesimpulan
Pencarian Terakhir bukan hanya film horor biasa. Ia adalah perjalanan emosional yang dibalut misteri dan mitos lokal, menghadirkan ketegangan yang berpadu dengan makna. Bagi pencinta film horor dengan lapisan cerita yang lebih dalam, film ini wajib masuk daftar tontonan.
“Di setiap pencarian, selalu ada sesuatu yang hilang — dan sesuatu yang ditemukan kembali.”