👁️🗨️ “Film Horor Indonesia Sosok Ketiga: Lintrik” – Ketika Cinta, Cemburu, dan Ilmu Hitam Bertemu dalam Teror Rumah Tangga
- By admin
- 0 comments

Industri film horor Indonesia kembali membuktikan tajinya lewat karya terbaru berjudul “Sosok Ketiga: Lintrik”, garapan sutradara Fajar Nugros. Film ini tayang serentak di bioskop mulai 6 November 2025, menghadirkan kisah mencekam tentang cinta, pengkhianatan, dan kekuatan ilmu hitam Jawa yang mengguncang rumah tangga.
Dengan perpaduan drama emosional dan horor supranatural yang intens, “Sosok Ketiga: Lintrik” menawarkan teror baru — bukan dari hantu yang berwujud menyeramkan, tapi dari sisi gelap manusia yang rela melakukan apa pun demi cinta.
💔 Sinopsis: Ketika Perasaan Tak Dibalas Menjadi Kutukan
Film ini berfokus pada kehidupan Andin (Adinia Wirasti) dan Aryo (Refal Hady), pasangan muda yang baru enam bulan menikah. Awalnya, kehidupan mereka tampak bahagia dan sempurna — hingga hadirnya Naura (Aghniny Haque), teman lama Aryo yang diam-diam masih menyimpan rasa cinta padanya.
Naura yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa Aryo telah menjadi milik orang lain, menempuh jalan gelap dengan mendatangi seorang dukun perempuan yang menguasai ilmu pelet Lintrik — sebuah ajian kuno dari Jawa Tengah yang dipercaya bisa menundukkan pikiran dan perasaan seseorang.
Namun, seperti pepatah “bermain api pasti terbakar”, ilmu itu berbalik arah. Naura kehilangan kendali atas dirinya, sementara rumah tangga Andin dan Aryo mulai dihantui kehadiran “sosok ketiga” yang tak kasatmata — entitas yang muncul setiap malam dan menebar teror di rumah mereka.
⚡ Makna di Balik Judul “Lintrik”
Istilah Lintrik bukan sekadar nama ajian dalam film ini. Dalam budaya Jawa, lintrik juga mengandung makna “energi liar” — kekuatan spiritual yang tak bisa dikendalikan bila dipakai untuk tujuan jahat. Fajar Nugros, selaku sutradara, menjelaskan bahwa film ini ingin menggali sisi psikologis dan spiritual dari rasa cinta yang obsesif, bukan sekadar menghadirkan horor dengan jumpscare.
“Banyak orang menganggap cinta itu suci, tapi kalau disalahgunakan, cinta bisa menjadi kutukan,” ujar Fajar dalam konferensi pers peluncuran film di Jakarta. Ia menambahkan bahwa Lintrik adalah metafora untuk nafsu dan keinginan yang tak bisa dikontrol.
🎬 Atmosfer Gelap dan Visual Mistis yang Memukau

Dari segi sinematografi, “Sosok Ketiga: Lintrik” tampil memukau dengan tone warna yang suram dan pencahayaan lembut yang memunculkan kesan dingin dan misterius. Rumah pasangan Andin dan Aryo yang seharusnya menjadi tempat aman justru disulap menjadi ruang penuh ketegangan, di mana setiap bayangan dan suara angin membawa ancaman.
Efek suara dan scoring-nya dibuat oleh Bemby Gusti (The SIGIT) yang sukses menciptakan atmosfer tegang tanpa harus menampilkan sosok hantu secara frontal. Penonton akan merasa gelisah, bahkan di adegan-adegan yang tampak tenang.
🌹 Akting Para Pemeran: Emosi, Cinta, dan Ketakutan yang Nyata
- Adinia Wirasti tampil luar biasa sebagai istri yang berjuang mempertahankan kewarasannya di tengah teror batin.
- Refal Hady berhasil memerankan sosok suami yang tersiksa antara rasa bersalah dan ketakutan.
- Aghniny Haque menjadi pusat perhatian dengan karakter Naura yang kompleks — penuh dendam, sedih, namun juga menimbulkan simpati.
Ketiganya membangun dinamika emosional yang kuat, membuat penonton sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang sudah dikuasai oleh kekuatan Lintrik.
🪶 Lebih dari Sekadar Film Horor
Yang menarik, film ini tidak hanya menjual ketakutan. “Sosok Ketiga: Lintrik” juga menjadi refleksi tentang bahaya mencampurkan cinta dengan kekuasaan spiritual. Ada pesan moral yang dalam — bahwa mencoba memaksa cinta dengan jalan mistik hanya akan menimbulkan luka, bukan kebahagiaan.
Selain itu, film ini juga memperkenalkan kembali tradisi dan mitologi Jawa yang mulai jarang diangkat secara serius di layar lebar. Dengan riset budaya yang kuat, Fajar Nugros berhasil menampilkan mistisisme lokal secara autentik tanpa kehilangan nilai modernnya.
🎟️ Kesimpulan: Horor dengan Jiwa, Bukan Sekadar Takut

“Sosok Ketiga: Lintrik” adalah film yang menggabungkan elemen drama psikologis dan horor tradisional secara seimbang. Ia tidak hanya membuat penonton menjerit, tapi juga merenung tentang arti cinta, kesetiaan, dan batas manusia ketika dihadapkan pada rasa kehilangan.
Dengan visual yang kuat, naskah emosional, serta akting cemerlang para pemain, film ini berpotensi menjadi salah satu film horor Indonesia terbaik tahun 2025.
Jika kamu mencari horor yang bukan cuma menakuti, tapi juga menggugah rasa dan pikiran — “Sosok Ketiga: Lintrik” wajib masuk daftar tontonanmu bulan ini.