Rela Movies

Just another WordPress site

🎬 “Pangku” – Pelukan Pahit di Ujung Harapan

🗓️ Debut yang Berani

Film Pangku adalah karya pertama Reza Rahadian sebagai sutradara dan penulis skenario bersama Felix K. Nesi.
Diproduksi oleh rumah produksi Gambar Gerak, film ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.
Dengan judul internasional On Your Lap, Pangku telah tampil di ajang internasional seperti Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dan meraih beberapa penghargaan sebelum rilis domestik


🕊️ Sinopsis – Antara Harapan dan Realitas

Cerita berpusat pada Sartika (diperankan oleh Claresta Taufan), seorang perempuan muda yang sedang hamil dan memutuskan meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi anaknya.
Di wilayah jalur Pantura (Pantai Utara Jawa), ia bertemu dengan Maya (Christine Hakim), pemilik kedai kopi yang awalnya ramah dan membantu Sartika hingga melahirkan. Namun, di balik kebaikan itu tersembunyi tuntutan berat: Sartika akhirnya harus bekerja di kedai kopi yang menerapkan fenomena “kopi pangku” — di mana perempuan selain menyajikan kopi, juga duduk dipangku pelanggan demi penghidupan.
Saat Sartika bertemu Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk, muncul secercah harapan baru. Namun kenyataan tak sesederhana harapan—film ini menghadirkan konflik sosial, kemiskinan, eksploitasi dan perjuangan mempertahankan martabat di tengah keterbatasan.


🎨 Suara untuk yang Tersembunyi

  • Eksploitasi & kelas sosial: Film ini mengangkat realitas warung kopi pangku di jalur Pantura sebagai simbol perjuangan perempuan yang terjebak dalam pilihan hidup yang sulit.
  • Perempuan & keberanian: Melalui Sartika dan Maya, film mengeksplorasi bagaimana perempuan mencari arti kebebasan dan keadilan meskipun sistem sosial tak selalu berpihak.
  • Harapan yang pahit: Bahwa “keluar kampung menuju kota” sering dianggap jalan menuju sukses, tapi kenyataannya tak jarang penuh tantangan dan kompromi moral.

🎥Sunyi tapi Mengena

  • Reza Rahadian sebagai sutradara: Setelah puluhan film sebagai aktor, kini ia memilih mendongeng dari balik kamera dengan gaya yang lebih personal.
  • Setting jalur Pantura: Film ini merekam lanskap dan atmosfer kehidupan di kawasan utara Jawa yang jarang diangkat dalam perfilman mainstream Indonesia.
  • Pemilihan pemeran: Dengan aktor seperti Christine Hakim, Fedi Nuril dan Claresta Taufan, film ini punya kualitas akting yang kuat untuk mengekspresikan emosi karakter dengan autenticity.

🎫 Kenapa Kamu Harus Nonton?

  • Ingin nonton film Indonesia yang lebih dari hiburan ringan? Pangku menawarkan refleksi kehidupan nyata.
  • Penasaran dengan kisah sosial yang jarang diangkat ke layar—tentang perempuan, kelas pekerja, dan pilihan hidup yang sulit.
  • Tertarik melihat debut sutradara yang punya visi jelas dan kualitas produksi yang serius.

⚠️ Catatan & Tips Menonton

  • Film ini mempunyai tone yang cukup serius dan emosional—siapkan hati untuk menyelami kisah yang menyentuh.
  • Ideal nonton setelah siang/malam agar momen berdialog dan internal lebih terasa.
  • Bisa jadi bagus untuk diskusi kelompok setelah menonton—banyak tema yang bisa dielaborasi: martabat, eksistensi, pengorbanan.

✅ Kesimpulan

Pangku adalah film yang berani dan penting — bukan hanya soal kisah dramatis, tetapi soal keadilan sosial yang sering tersembunyi di balik bayang-bayang harapan. Melalui sudut pandang Sartika yang harus “dipangku” oleh sistem, kita diingatkan bahwa keberanian untuk hidup sering berarti bertahan, bukan selalu menang besar.
Jika kamu mencari film Indonesia yang mengajak merasakan dan berpikir, Pangku layak menjadi pilihan.

Category:

Leave a Comment