“Darah, Klinis, Setan: Menelusuri Teror dalam ‘Tumbal Darah’”
- By admin
- 0 comments

🎬 Sinopsis
Film ini disutradarai oleh Charles Gozali dan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 Oktober 2025.
Ceritanya secara garis besar:
- Tokoh utama adalah Jefri (diperankan oleh Marthino Lio), seorang penagih utang yang hidup dengan kondisi ekonomi sulit dan sangat menginginkan kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya.
- Jefri memiliki istri bernama Ella (diperankan oleh Sallum Ratu Ke), yang sedang hamil anak kedua setelah kehilangan anak pertama sebelumnya
- Suatu ketika, Ella mengalami kecelakaan serius dan kondisi kehamilannya menjadi kritis. Karena keterbatasan dan ketidakberdayaan, Jefri dan Ella kemudian mengambil keputusan yang membawa mereka ke sebuah klinik bersalin ilegal/misterius yang ternyata menyimpan rahasia gelap.
- Klinik tersebut dikelola oleh dokter dan perawat yang terlibat dalam praktik kengerian: janin dan bayi dijadikan “tumbal” untuk makhluk–makhluk gaib yang haus darah. Malam itu berubah menjadi pertaruhan hidup‑mati antara Jefri, Ella, bayi mereka dan kekuatan jahat yang tak pernah mereka bayangkan.

Dengan latar horor + thriller + aksi, film ini bukan hanya menakut‑nakuti lewat hantu atau setan saja, tapi juga menyoroti kondisi sosial: ekonomi yang terpuruk, ketidakberdayaan orang biasa, pengorbanan keluarga, hingga bagaimana pilihan ekstrem bisa muncul ketika harapan tipis.
🎭 Pemeran Utama

Beberapa pemeran penting yang disebut dalam produksi film ini:
- Marthino Lio sebagai Jefri.
- Sallum Ratu Ke sebagai Ella.
- Donny Alamsyah (nama disebut sebagai bagian pemeran).
- Agla Artalidia, Aksara Dena, Rania Putrisari, Epy Kusnandar, Leo Maitimu, dan lainnya.
✅ Kenapa Film Ini Menarik

Beberapa aspek yang membuat Tumbal Darah layak ditonton:
- Genre campuran yang kuat
Film ini menyatukan horor, thriller dan aksi dalam satu porsi. Tidak sekadar jump‑scare, tapi ada elemen nyata seperti perjuangan hidup, ekonomi sulit, dan pengorbanan keluarga. - Tema sosial yang mendalam
Latar Jefri sebagai penagih utang dan kondisi ekonomi keluarga menunjukkan sisi manusiawi — bukan hanya teror gaib, tapi teror yang muncul di hidup nyata orang biasa. Ketika klinik bersalin menjadi sarang kengerian, film ini menggugah refleksi: apa yang terjadi ketika sistem kesehatan kurang aman, ketika harapan kecil menjadi mahal. - Produksi yang ambisius
Diproduksi oleh beberapa rumah produksi besar (MAGMA Entertainment, Wahana Kreator, Sinemaku Pictures) dan sudah diuji di festival (misalnya JAFF) dengan respon positif - Intensitas dan pengalaman sinematik yang kuat
Sutradara Charles Gozali menyampaikan bahwa film ini adalah “neraka personal” dan ingin penonton tidak hanya takut, tapi juga merasakan empati terhadap karakter. - Novelty dalam horor lokal
Klinik bersalin sebagai setting teror adalah sesuatu yang agak berbeda dari banyak film horor Indonesia yang menggunakan rumah kosong, hutan, atau sekolah. Di sini teror muncul dari tempat yang seharusnya penuh harapan — menambah kejutan.