Dari Papan Dadu ke Video Game: Menjelajahi Daya Tarik dan Perbedaan 3 Generasi Film Jumanji
- By admin
- 0 comments

Waralaba film Jumanji didasarkan pada konsep sebuah permainan ajaib yang memiliki kekuatan untuk mengeluarkan dunia fantasi yang berbahaya ke dunia nyata, atau justru menarik pemainnya masuk ke dalam dunia permainan itu sendiri.
Cerita inti Jumanji dibagi berdasarkan dua era film:
1. Jumanji (1995, dibintangi Robin Williams)
- Inti Cerita: Film ini berpusat pada sebuah papan permainan (board game) kuno bernama Jumanji.
- Alur: Seorang anak laki-laki bernama Alan Parrish menemukan permainan ini pada tahun 1969 dan mulai memainkannya bersama temannya, Sarah Whittle. Namun, setelah lemparan dadu tertentu, Alan tiba-tiba tersedot ke dalam permainan dan menghilang selama 26 tahun.
- Klimaks: Dua puluh enam tahun kemudian, dua anak yatim piatu, Judy dan Peter, menemukan dan melanjutkan permainan tersebut. Setiap kali mereka melempar dadu, bahaya hutan belantara (seperti monyet ganas, singa buas, badai, dan pemburu kejam bernama Van Pelt) akan keluar ke dunia nyata dan menyebabkan kekacauan. Satu-satunya cara untuk menghentikan kekacauan dan mengembalikan semua seperti semula adalah menyelesaikan permainan dengan mencapai titik akhir dan meneriakkan kata “Jumanji!“.
2. Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) dan Sekuelnya

- Inti Cerita: Dalam versi modern, papan permainan Jumanji berevolusi menjadi sebuah konsol video game jadul.
- Alur: Empat remaja SMA (Spencer, Fridge, Martha, dan Bethany) yang sangat berbeda kepribadiannya, secara tidak sengaja menemukan dan menyalakan konsol tersebut. Mereka semua tertarik masuk ke dunia hutan belantara Jumanji, tetapi sebagai karakter avatar dewasa (yang diperankan oleh Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, dan Karen Gillan).
- Klimaks: Untuk kembali ke dunia nyata, mereka harus bekerja sama, menyelesaikan misi berbahaya dalam permainan (seperti mengembalikan permata yang dicuri), dan mengatasi kelemahan avatar mereka masing-masing. Mereka juga belajar tentang persahabatan, keberanian, dan menemukan versi diri mereka yang lebih baik melalui petualangan tersebut.
Kenapa Film Ini Menarik?

Film Jumanji menjadi waralaba yang sukses dan disukai karena kombinasi beberapa elemen:
- Konsep Permainan Ajaib yang Mengancam: Ide bahwa permainan sederhana dapat memiliki konsekuensi dunia nyata yang mengerikan sangat menarik. Ini membalikkan kenyamanan bermain game menjadi petualangan hidup dan mati yang mendebarkan.
- Nostalgia Kuat (Terutama Film 1995): Film aslinya tahun 1995 dengan Robin Williams adalah film klasik tahun ’90-an. Film reboot (2017) memanfaatkan nostalgia ini sambil memberikan sentuhan modern yang segar (transformasi dari board game menjadi video game).
- Karakter Avatar (Film Versi Baru): Perubahan body-swap dalam film modern (seperti Jack Black yang memerankan remaja perempuan yang narsis) menghasilkan komedi situasi yang luar biasa dan kimia antar pemain yang sangat kuat. Penonton terhibur melihat karakter dewasa bertubuh atletis yang bertingkah canggung atau konyol sesuai kepribadian remaja aslinya.
- Aksi dan Petualangan yang Seru: Film Jumanji selalu menawarkan aksi petualangan yang tidak pernah membosankan, mulai dari kejaran hewan buas, tantangan lingkungan (badai, jurang), hingga pertempuran yang intens, dikemas dengan efek visual yang menghibur.