“Ketika Cinta Tak Bisa Terbang: Konflik NU vs PKI dalam Kupu-Kupu Kertas”
- By admin
- 0 comments

🎬 Tentang Film
- Film ini disutradarai oleh Emil Heradi dan diproduksi oleh Denny Siregar Production bersama Maxima Pictures.
- Setting film: tahun 1965 di Banyuwangi, Indonesia — masa yang penuh konflik sosial‑politik.
- Pemeran utama:
- Amanda Manopo sebagai Ning, seorang gadis dari keluarga simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).
- Chicco Kurniawan sebagai Ihsan, pemuda dari keluarga yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).
📖 Sinopsis Singkat
- Ning dan Ihsan jatuh cinta, meskipun mereka datang dari latar keluarga dan ideologi yang berseberangan: Ning dari keluarga PKI, Ihsan dari keluarga NU.
- Awalnya, perbedaan itu tampak tak begitu berarti bagi mereka. Namun, konflik politik dan kekerasan yang meletus di sekitar mereka mulai mengancam hubungan mereka.
- Di tengah ketegangan, ada peristiwa tragis: kakak Ihsan bersama puluhan anggota kelompok Ansor dibunuh oleh simpatisan PKI yang dipimpin oleh ayah Ning, Rekoso.
- Akibatnya, Ning dan Ihsan berada dalam dilema besar: antara cinta mereka dan loyalitas terhadap keluarga/komunitas, serta bertahan hidup di tengah gejolak sosial yang membara.
✅ Kenapa Film Ini Menarik

Beberapa alasan mengapa film ini cukup diperhatikan:
- Latar Sejarah yang Kuat
Film ini mengambil latar sejarah nyata, yakni konflik ideologi antara NU dan PKI di Indonesia khususnya di Banyuwangi tahun 1965. Hal ini memberi bobot emosional dan realita yang lebih dari sekadar romansa biasa. - Romansa yang Terselubung Konflik
Alih‑alih hanya cerita cinta manis, hubungan antara Ning dan Ihsan dibumbui oleh tekanan sosial, perbedaan ideologi, dan kekerasan. Itu membuat cerita jadi lebih kompleks dan terasa “berat”. - Visual & Lokasi yang Menarik
Proses syuting dilakukan di Banyuwangi – di lokasi yang nyata dan memiliki nilai estetika serta historis (hutan Djawatan, Gunung Ijen) yang memperkuat suasana film. - Isu yang Relevan
Tema seperti perbedaan ideologi, konflik sosial, dan pengorbanan pribadi masih relevan hingga sekarang—film ini bisa jadi bahan refleksi. - Casting dan Produksi yang Terkenal
Pemeran utama yang populer, plus isu sensitif yang diangkat, serta sedikit kontroversi (film sempat ditarik dari bioskop) membuat perhatian publik terhadap film ini meningkat.