Seni Merayu Tuhan: Ketika Penyesalan Datang Setelah Orang yang Kita Sayang Pergi
- By admin
- 0 comments

Pernah nggak kamu mengabaikan telepon ibu karena merasa masih punya banyak waktu?
Mungkin nanti bisa menelepon balik.
Mungkin besok bisa pulang.
Mungkin masih ada kesempatan untuk bilang, “Maaf, Bu.”
Tapi bagaimana kalau ternyata besok itu nggak pernah datang?

Pertanyaan itulah yang perlahan menghantui Hikmah dalam Seni Merayu Tuhan. Hidupnya yang semula lebih banyak dihabiskan bersama teman dan kekasihnya, Sophia, berubah drastis setelah sang ibu meninggal dunia. Sosok yang selama ini mungkin terasa biasa dalam kesehariannya justru menjadi seseorang yang paling ia rindukan ketika sudah tidak ada.
Namun kehilangan tersebut bukan akhir dari perjalanan Hikmah.

Justru dari sanalah ia mulai mempertanyakan banyak hal: tentang keluarga, penyesalan, kehidupan, hingga hubungan dirinya dengan Tuhan.
Yang membuat film ini semakin menarik, perjalanan Hikmah tidak hanya berbicara tentang bagaimana seorang anak menghadapi kehilangan. Ia juga mencoba menemukan kembali makna ikhlas dan keimanan yang selama ini semakin jauh dari kehidupannya.
Lantas, bisakah seseorang memperbaiki hubungannya dengan Tuhan setelah merasa sudah terlalu jauh?

Dan sebenarnya, apa yang ingin disampaikan Seni Merayu Tuhan lewat perjalanan Hikmah?
Film drama yang diadaptasi dari buku karya Habib Husein Ja’far Al Hadar ini hadir di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Dengan Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, dan Teuku Ryzki sebagai jajaran pemain utama, film ini membawa cerita tentang kehilangan dan pencarian makna hidup yang terasa dekat dengan kehidupan banyak anak muda.